Sunday, November 7, 2010

Beberapa hari ini ada yang bertanya baik melalui YM, SMS dan telp, pertanyaannya hampir sama, yaitu berkaitan dengan pembelian dan seting domain, khususnya seting DNS atau NS. Bagaimana sih cara mengeset domain dan hosting agar bisa bersatu. Pada artikel sebelumnya, saya sudah menyinggung pengertian tentang domain dan hosting. Nah, artikel kali ini mungkin hanya akan mengulangi penjelasan diatas dengan sedikit diperjelas. Untuk mempermudah, ada sebuah kasus misalkan saya membeli hosting (hosting saja lho, tanpa domain, yang berarti saya membeli web space saja) pada perusahaan A. Kemudian saya membeli sebuah domain pada perusahaan B. Ini perusahaan yang berbeda. Mana yang lebih dulu dibeli? hosting dulu atau domain?

Kalau menurut pengalaman saya, lebih mudah membeli domain dulu. Disini juga bisa diterapkan pada domain gratis, macam co.cc dan uni.cc. Yang penting domain, masalah gratis atau tidak urusan no 49, he he. Nah, kalau sudah mendapatkan domain, baru kita menuju ke perusahaan hosting. Waktu membeli hosting, pasti akan ditanya 3 hal berikut ini

  • Apakah sekalian membeli domain ditempat mereka
  • Apakah akan menggunakan domain milik sendiri (artinya domain yang sudah dibeli tadi)
  • Apakah akan transfer domain. Waktu membeli domain tadi, registrar domain anda adalah perusahaan B, jika anda akan mentransfer domain, maka registrarnya akan menjadi perusahaan A. Saya belum pernah melakukan ini, jadi tidak ada pengalaman
Cara membeli hosting sebenarnya tidak jauh berbeda dengan cara membeli domain. Kita tinggal masuk ke website penyedia layanan hosting, kita pilih hosting sesuai kebutuhan, lalu kita order hosting tersebut. Cukup mudah bukan? Tapi sebelum memutuskan membeli hosting, alangkah baiknya membaca tips memilih hosting, disana dibahas bagaimana mencari hosting yang tepat bagi Anda. Eits, sebelum memutuskan membeli hosting, sudah punya domain belum? Kemarin saya juga menulis tentang cara membeli domain dot com. Baca dulu ya apabila belum tahu caranya? ;-)

Itu hanyalah ilustrasi singkat saja. Apabila ingin detailnya, berikut ini adalah “tutorial membuat website sendiri” sesi “cara membeli hosting”. Oke, mari kita mulai belajar membeli hostingnya!! :D

Anda sudah memutuskan untuk membeli layanan hosting dimana? Kalau sudah, silakan membuka halaman penjualan hosting langganan Anda tersebut. Bagi yang belum, silakan membeli hosting sama dengan yang saya gunakan saat ini.


Memilih sebuah tempat hosting adalah gampang2 susah, sebab mencari sebuah hosting sama artinya mencari mitra kerja untuk membantu kita untuk menyimpan file-file website kita yang kemudian kita publikasikan di internet, sehingga akan mengundang banyak pengunjung untuk aktif melihat website anda serta melakukan transaksi. Memilih hosting yang salah tentunya sangat membawa dampak buruk untuk anda. Berikut tips dan trik untuk memilih hosting yang sesuai dengan kebutuhan anda.

1. Harga Banyak orang bilang, harga menentukan kualitas hosting ? apa benar? sebenarnya kita bisa menjawab ya dan tidak, sebab tidak semua hosting murah berarti kualitasnya jelek, masih banyak di luar sana, hosting murah namun kualitasnya tidak tertandingi. Namun banyak juga hosting murah memang bermasalah, jangan lupa selalu mencari di google atau yahoo untuk mencari kekurangan dan kelebihan suatu hosting.

2. Memilih Server US/ IIX Server ini sebenarnya memiliki 2 fungsi. Anda harus melihat mayoritas pengunjung anda dari negara mana ? bila 100% indonesia, lebih baik anda membeli hosting server IIX, sebab server IIX sangat cepat di akses dari dalam negeri. Namun pengunjung dari luar negeri sangat sulit mengakses situs anda karena loadingnya terlalu lama. Server USA ini adalah server favourite semua orang, karena dari negara manapun, hosting server USA memiliki tingkat loading yang baik di akses dari negara manapun.Jadi, cermatlah memilih server hosting. Menurut review di Internet, Server USA memiliki kinerja yang lebih stabil dan jarang terjadi Down.

No comments:

Post a Comment